image1

HELLO I'M ADAM AZKIYA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|ENJOY MY RANDOM FEED! :)

Writers Block Gue #1 (Nama Subjek dan Panjang Pendek Cerita)




Seiring semakin seringnya menulis, semakin banyak juga problem yang muncul, dan ketika gue mentok, ya gue lari ke forum untuk merebahkan diri dan mengajukan pertanyaan, gue bakal post beberapa jawaban yang kiranya bisa untuk dijadikan referensi untuk para penulis yang punya problem sama kaya gue, silahkan disimak obrolan dari black box nya, semoga bermanfaat

___________________________________________
___________________________________________
Holla,
Selamat Pagi, Siang, Sore atau Malam

Gini nih, ceritanya gue lagi belajar nulis Fiksi, tapi seiring berjalannya pembelajaran ada beberapa pertanyaan yang meletup di kepala gue, ada 2 sih, ditambah lagi ada temen gue yang ngasih kritik mengenai cerita Fiksi gue

1. Mengenai Penyebutan nama Subjek atau apapun itulah seperit (Gue Lo vs Aku Kamu) katanya sih kalau cerita Fiksi pake 'Aku Kamu' itu terkesan tua, tapi tadinya gue pake 'Aku Kamu' itu biar pembaca bisa lebih sedikit membedakan juga mana kisah gue sebagai Adam mana cerita gue dalam dunia Fiksi yang bukan Adam sehingga gue bedakan dengan penyebutan kata Aku, tapi apakah terkesan Tua dan engga anak muda banget ya? karena target pasar gue Jelas Anak Muda.

2. Panjang pendeknya cerita, serba salah jadinya, kalau gue nulis panjang takutnya ada pembaca sibuk yang ga bisa baca cerita gue sampe akhir, dan pasti ada beberapa pembaca yang ngejar nulis komentarnya doang, tapi kalau gue nulis pendek untuk cerita Fiksi gue takutnya ada beberapa point yang tidak tersampaikan sehingga cerita hambar, gue biasanya nulis 3-4 Halaman sih, kalau lo sendiri lebih seneng baca cerita Fiksi yang sedikit panjang atau pendek? Kenapa?


Maacih semuanya 
:D


1. Untuk masalah ini, coba mas Adam sesuaikan dengan cerita fiksi yang mas Adam tulis, dan diperhatikan juga point of view-nya, Mas Adam mau pakai sudut pandang orang pertama atau ketiga (yang serba tau tentang si tokoh dalam cerita), disesuaikan juga dengan selera mas Adam dalam bercerita. Kadang untuk nulis cerita fiksi dari sudut pandang orang pertama lebih banyak yang pakai kata "Saya", "Aku", "Kamu", dan untuk sudut pandang orang ketiga kebanyakan pakai subjek "Ia/Dia" atau "nama tokoh", nah ini balik lagi ke selera dan kenyamanan mas Adam dalam bercerita. :)

2. Menulis itu kan menjawab kegelisahan dan membantai habis kemalasan dalam diri seseorang. Jangan sampai karakter huruf menghalangi mas Adam untuk bercerita, kalau kebanyakan narasi tanpa amanat yang mau disampaikan ke pembaca, kan ceritanya jadi hambar juga o_OKalo saya suka baca cerita fiksi panjang dan pendek kok, tapi kadang kalau cerita pendek agak kesel kalau endingnya menggantung, kan kalo cerita fiksi panjang (misalnya Novel) gitu kan dibagian akhir buku atau epilog semua pertanyaan di dalam cerita bakal terjawab. :)

Coba mas Adam baca buku: Draft 1: Taktik Menulis Fiksi karya mbak Winna Effendi, Menulis Fiksi itu Seksi karya mbak Alberthene Endah, dan Creative Writing karya mas A.S Laksana. Untuk nambah refrensi aja sih. Semoga bermanfaat ya, Mas. ;)

#BukanPromosiYaTeman-teman :)


1. kalo yang ini disesuaikan dengan latar belakang tokoh, umur. kalo targetnya anak muda ya 'gue dan lo' nggak apa apa. tapi juga disesuaikan dengan setting. mungkin 'gue dan lo' ini cocoknya kalo settingnya di jakarta. nggak semua anak muda pake 'gue dan lo' saat ngomong. dan disesuaikan juga sama gaya bahasanya apakah nyastra, apa ngepop. nyastra: aku kamu. pop: gue dan lo, nggak semua juga sih.

2. panjang pendeknya cerita menurutku nggak masalah. tergantung ide cerita yg kita suguhkan. ada cerita yang panjang tapi enak juga kalo dibaca karena ide ceritanya yg unik dan menarik. jujur, aku lebih suka cerita, misalnya cerpen yg langsung mengihdangkan konflik di awal awal cerita, nggak bertele-tele nyeritain ini itu ...

makasih :)mohon koreksinya kalo salah, hihi :D

 
1. Sesuaikan dengan isi cerita, kalo tentang pergaulan remaja, percintaan remaja ya pilih yang di sekitar kamu remajanya gimana, kamu bicaranya bagaimana dengan mereka, supaya bisa dapat merasakan dialognya juga. Lagian dua-duanya juga tetep bisa dipakai kok, ya saat si dia mulai mulai menyebut dirinya aku bukan gue lagi saat berbicara, misalnya. Dan yang penting mengenai tulisan, buatlah tulisan tentang apa yang ingin kamu sampaikan, bukan tentang apa yang ingin orang lain baca, karena bisa menghilangkan nilai cerita itu sendiri, ntar jadinya malah berita.

2. Panjang pendek cerita ya sesuaikan dengan plot atau kejadian yang amu diceritakan, kalo pendek ya jangan dipaksain panjang. Kalo novel sih kebanyakan sekitar 7-10 halaman, tapi tetep bukan patokan lo, itu pun kalo isinya tentang kisah dan mengandung dialog tokohnya. Kalo cuma menjelaskan keadaan atau hanya menceritakan opini seperti 'macam-macam ilmu pelet', ya yang pendek aja, karen akalo panjang bakal kurang tersampaikan.

sukses ya Dam, nulisnya.... :D


Pertama, gue pribadi mah lebih nyaman pake aku-kamu. Soalnya dari gaya tulisan gue lebih cocok pake aku-kamu, tapi gak menutup kemungkinan juga kalo gue mau tabrakin pake gue-elo. Nah, bener tuh kata yang di atas, tergantung ceritanya gimana. Dan tergantung juga kekreatifan di penulis untuk mengolah cerita yang dia punya. Soal subjek sih menurut gue gak usah terlalu dimasalahin, karena kenyamanan orang dalam membaca tuh beda-beda dan tiap tulisan ataupun gaya tulisan pasti udah ada peminatnya masing-masing. Gak usah takut gak dibaca.

Kedua, gue gak masalah sama panjang atau pendek. Yang penting itu gaya penceritaannya. Kalo nulis pendek tapi kalimatnya gak enak, gak bakal gue baca. Tapi sepanjang apa pun kalo si penulis pandai memainkan kalimatnya hingga ngalir dan pembaca gak akan kerasa kalo baca panjang, gue akan tetep baca.

Yang penting lo nulis dulu, setelahnya baru bisa lo lempar pertanyaan kayak di atas.

____________________________
____________________________

Sebetulnya jika ditarik kesimpulan dari beberapa sumber selain di forum ada beberapa point yang perlu gue perhatikan lagi
1. Isi Cerita
Ternyata isi cerita gue masih belum terkandung makna apapun, hanya sebatas menyampaikan cerita tanpa bobot amanat.

2. Kata Penghubung
Tanpa gue sadari masih banyak kata penghubung yang gue pake hahaha.

3. Kurang Hidup
Mungkin permainan katanya kali ya gue belum mahir.

4. Ciri Khas
Ciri khas gue emang masih belum ketemu sih, tapi sesegera mungkin Insya Allah gue bakal nemuin ciri khas, entah itu dari Genre atau cara penulisan gue, karena ciri khas itu emang gue rasa penting banget.

5. Terlalu Biasa
Memang akhir-akhir ini gue rasa juga tulisan gue terlalu biasa malah seakan seperti "Gue curhat sendiri" padahal gue niatnya nulis cerita fiksi bukan pelit.

6. Ending
Hahahaha 3 cerpen gue terakhir emang endingnya gantung dan sebetulnya itu engga gue rencanain sih tapi hasrat gue pengen endingnya gitu, apa mungkin itu bakal jadi ciri kahs gue? mana gue tau toh masih banyak yang perlu gue pelajari lagi


      Yang gue harapkan dari semua ini adalah jelas gue pengen tulisan gue lebih baik lagi dari sebelumnya setelah gue menemukan dan memperbaiki masalah-masalah yang timbul pada tulisan gue, khususnya buat gue umumnya buat kalian yang punya hal serupa seperti gue, makasih ya udah baca curhatan gue wkwkwwk, Happy Writing!


Best Regards,
Freak Nose
 Adam Azkiya


Share this:

CONVERSATION

2 comments:

  1. Sama, sering bermasalah di panjang-pendek cerita. Ya itu, kalo kepanjangan takut nggak dibaca malah. Tapi ya dicoba-coba dulu aja, pasti bakal nemuin caranya sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama engga konsepnya kayak nyari jodoh ya? :-?

      Hapus

Makasih banyak yang udah mau komen (≧◡≦)